Senin , 7 Februari 2011
Sepertinya di televisi tak henti-hentinya kita lihat tayangan Revolusi Mesir .Sebuah usaha untuk menggulingkan pemerintah Presiden yg (katanya) kapitalis.
Setiap revolusi menghasilkan konflik perpecahan.Itulah knyataan yg terjadi .Bagaimana tidak?Ratusan bahkan ribuan nyawa melayang,yang(lagi-lagi)katanya berjuang demi revolusi .
Setiap tindakan anarki tidak akan trjadi apabila tidak ada provokator yg memulainya.Mungkin saja para demonstran itu telah ditunggangi oleh pihak-pihak yg sengaja tidak ingin Mesir hidup damai.
Hal seperti ini juga telah terjadi di negara kita tahun 98 .Revolusi menggulingkan pmerintahan orde baru.Menghasilkan gerakan massa yg destruktif scara massal.Dengan alasan ganti Presiden,si ini ga pantes jadi Presiden.Trus maunya siapa yg jadi Presiden?Bakal bener ga? Emangnya gampang ngurus negara? Inilah dampak dari negara demokrasi .Bebas berpendapat tapi kebanyakan ngawur dan nyeleneh.Para anggota DPR pun gitu,kerjaannya tidur dan cengengesan.Yang dipikirin cm gedung baru,mobil bagus tapi sidang kerjaannya tidur dan facebook-an.
Tak ada yg mau dsalahkan.Semua merasa paling benar.
Dampak revolusi yang lbh parahnya lagi adalah ,sesama saudara Muslim di Mesir saling membunuh gara-gara masalah Pro dan Kontra thadap pemerintahan Husni Mubarok.
Itulah dampak dari permainan politik.Politik sudah lama menjadi alat memperkaya diri dan meninggikan kedudukan bagi masyarakat kita.
Sangat langka skali figur gentlemen di negara kita.Kalau udah urusan politik,pasti saling tuduh,saling lempar,saling cari kambing hitam.
Buat saya sendiri,politik itu bullshit lah .Setiap partai politik selalu mengatas-namakan kepentingan rakyat ,nyatanya cuma buat mengedepankan kepentingan keluarga dan kelompoknya.
Kenapa saya ngomong begitu? Ya iya dong ,coba dilihat berapa byk parpol di negara kita.Saat kampanye,smuanya mengumbar janji ,janji ini janji itu,bakal gini bakal gitu .
Pas penghitungan suara ,taunya mereka ga dapet suara banyak ,gagal jadi presiden.
Terus kemana? Menghilang tanpa jejak kan? Mana janji-janjinya dulu? Kalau memang niatnya mau mengedepankan kepentingan rakyat dan memajukan bangsa harusnya parpol-parpol yg kalah itu jgn ngilang gitu aja dong. Buktiin janji-janjinya walaupun ga jadi Presiden.
Gimana para pembaca?Kebukti kan mereka cuma mengedepankan kepentingan pribadinya?
Tanpa bermaksud mengajak,kalau saya pribadi sih dari dulu golput , milih atau ga milih juga sama aja ,ga bkin harga bahan sembako turun harga .Malah makin naik.Simpel kan alesan saya?
hehehehe . . . .
God bless Indonesia,even there are so much lies and sins in this country.