Kami Golongan Kanan

Dengarkan ini baik-baik....
Kami adalah golongan berbeda. Dan pola pikir kami sulit sekali untuk dimengerti golongan secara umum. Kami sulit diprediksi. Kami juga sulit untuk diatur. Tapi mohon jangan sepelekan kami....



Kami adalah minoritas, kami selalu dipandang aneh dan irasional. Kami adalah Golongan Kanan, pengguna otak kanan untuk hidup. Golongan kami selalu dianggap aneh oleh Golongan Kiri. Golongan kami selalu dikucilkan dan dianggap remeh oleh mereka ketika kami masih berusaha untuk bangun. Golongan kami  berjiwa visioner, golongan kami juga berfikiran merdeka. Kami tidak mengenal batasan untuk mimpi dan imajinasi kami. Kami bekerja dengan hati kami, bukan karena materil. Di awal kebangkitan kami, selalu ada masalah yang menghadang. Tetapi itu kami syukuri, karena semakin besar dan berat masalah kami, semakin besar pula karakter yang tertanam di diri kami. Ujian dan cobaan dari Tuhan yang kami terima karena resiko yang kami ambil adalah anugerah, karena kami adalah calon pembuka sembilan pintu rezeki yang ditebar oleh Sang Maha Kuasa di muka bumi ini. Jumlah kami di dunia ini hanya sedikit, tetapi kami selalu menjadi tolak ukur kemakmuran dan pemegang kendali perekonomian dunia. Kami bebas dari segi aturan, tetapi tetap masih memegang sandaran. Kami tidak suka bertele-tele, dan kami gerah dengan sesuatu yang statis. Pikiran kami merdeka dari segala tekanan, jiwa kami damai dengan harmoni alam, dan kami juga mendapat kebebasan dari segi waktu. Waktu yang diberikan oleh-Nya kami manfaatkan sebaik mungkin. Ikhtiar langit dan bumi kami lakukan demi mendapat ridho-Nya.Rejeki yang kami terima, kami kembalikan sesuai dengan hak-Nya. Kami tidak pernah menyerah....dan kami tidak akan pernah menyesal atas jalan yang kami ambil.

Selamanya kalian tidak akan pernah mengerti tentang kami wahai Golongan Kiri. Kami adalah pengusaha, seniman, survivor, adventurer, dan kami adalah Golongan Kanan....

 بسم الله الرحمن الرحيم

 Nabi Muhammad SAW bersabda: “9 dari 10 Pintu Rezeki itu berasal dari perniagaan (perdagangan)” (HR. Tirmidzi).

 
free counters