catatan kecil

Sesuai namanya ,catatan kecil ya catatan yg kecil ,mau tulisannya yg kecil,mau kertasnya yg kecil ,mau yg nulisnya kecil ,terserah saya.
Facebook ngasih fasilitas Notes ,ya dimanfaatkan dong mumpung gratis.
Catatan-catatan yg ada disni ,biarlah menjadi sbuah coretan yg mgkin dianggap ga brharga,norak atau ndheso.
Mau dianggap caper, kemayu , yo monggo .
Buat saya,knapa saya sering nulis ga jelas kaya gni bukan krna hal-hal diatas. Tapi karena saya branggapan klo pikiran manusia itu selalu hidup ,setiap kjadian dan peristiwa yg kita lalui setiap harinya secara tidak langsung menghasilkan pemikiran baru yg wajib diabadikan mengingat kterbatasan ingatan kita .
Otak kita bkerja dari kita bangun tidur di pagi hari sampai kita tidur lg di mlm hari. Bahkan saat tidur pikiran bwah sadar kita msh bekerja.
Setiap tarikan nafas menghasilkan pemikiran,perenungan dan evaluasi.
Ya,evaluasi . Kaji ulang pikiran yg brguna untuk menentukan langkah apa yg akan diambil esok hari.
Saya tak pernah brharap Notes saya dibaca org lain ,dibaca ya syukur buat nambah motivasi. Dilewat gitu aja jg gapapa wong ini cuma coretan.
Saya tak prnah bermimpi bsa bkin kata2 yg membakar kaya Mario Teguh atau Bong Chandra , yg saya inginkan hanya saya menulis sesuai jalan pikiran saya.

Biarkan catatan ini menjadi pantulan buram dan terang hidup saya . Sebagai memori atau rekaman atas langkah-langkah saya di muka bumi. Sebagai wujud rasa syukur saya masih bisa brpikir dan masih diberi ijin oleh Tuhan sebagai manusia yg menggunakan pikiran dan hatinya.

Sukron .

awan Selasa, 27 Maret 2012
menghangatkan pikiran

Entah sudah brp lama pikiran saya beku.Analisa kritis menjadi tumpul, ide-ide mampet, bawaannya ribet melulu.
Entah karena kondisi lingkungan yg menekan,atau gara-gara numpuknya masalah di kepala.
Mau men-starter lg otak yg ngadat ga semudah yg dibayangkan.Butuh suasana yg fresh dan tenang.
Untuk sekarang yg bisa saya lakukan hanya tetap fokus pada tujuan.
Banyak simpangan kanan dan kiri yg kadang mempengaruhi, kadang juga banyak mental block yg menghambat laju saya.
Tetap bersyukur kepadaNya mungkin satu-satunya cara agar pikiran saya tetap jernih dan tenang.

awan
calon penganggur?

Seiring mendekati hari-hari terakhir perkuliahan,sering terlintas pikiran mau kemana setelah lulus?
Akhir kuliah tinggal itungan bulan.
Dan saya blm tau mau kmana stlh lulus.
Mungkin jg teman-teman saya pny pkiran yg sama.
Lebih dari 13 tahun kita semua belajar,dari TK smpe skrg .
Semua punya harapan satu ,kecerahan masa depan.
Segala cara dilakukan,mulai dari mencari sekolahan favorit sampe ikutan bimbel dan les privat.
Semuanya upaya berujung disini,kelulusan.
Saya ajak berpikir logika sejenak.
Setiap tahun, universitas meluluskan mahasiswa sekitar 2000 orang , di kalikan dengan sekitar 154 universitas. Jadi total lulusan mahasiswa sekitar 308.000 orang setiap tahunnya.
Belum lg lulusan SMA atau SMP yg tidak meneruskan sekolah.
Kenyataan yg dihadapi adalah lapangan kerja di Indonesia tidak bertambah.
Jadi? 308.000 calon pengangguran?
Bermodalkan ijazah, kita semua bersaing buat dpt kerjaan.
Yg ga punya ijazah ya kerja di level bawah ,yg ga punya ijazah ya dipandang rendah.
Ga usah munafik,kenyataannya yg terjadi emg gitu.
Masyarakat kita adalah masyarakat yg lbh menghargai ijazah dibandingkan komitmen profesionalitas, kualitas pribadi atau karakter seseorang.
Kita kuliah utk ngejar nilai,ngejar IP, kuliah karena tkut dmarahin org tua bkn utk pengembangan diri . Kita ga pernah pikir panjang klo ilmu yg kita dapet jauh lbh penting dibandingkan rutinitas keluar masuk ruang kuliah. Kita belajar tiap hari ,suntuk dgn tugas dan buku, tapi lupa buat bersosialisasi ,membaur dgn lingkungan,belajar dari lingkungan sekitar.
Yang terjadi skrg adalah cuma kebanggaan mnjadi mahasiswa ,tapi pengembangan diri kita nol besar.
Sekarang klo ky gni mau nyalahin siapa? Pemerintah?
Silahkan saja kalian bebas mau menuding dan menyalahkan siapa.
Klo saya mah gamau nyalahin , toh nyalahin org atau pemerintah ga bkin nasib kita berubah.
Daripada capek-capek nyalahin org,mending kita intropeksi ke dalam yuk?

Kita lihat udah seberapa jauh pengembangan diri kita ,udah siap blm kita buat mandiri,udah siap blm kita nghadepin masalah realita hidup yg makin berat ke depannya.
Klo udah siap ,ayo mulai ambil langkah dan niat agar ga slalu bergantung sama org lain, berhenti menyalahkan dan mengeluh.
Dan yg lebih penting lagi adalah kita pikirkan gimana caranya kita jadi pribadi yg berkualitas,selalu berkembang baik mental dan wawasannya, menjadi pribadi yg terbaik bagi diri sendiri,keluarga dan Tuhan.

awan
ratap

berselimut dingin udara
beragam mimpi mulai memudar
entah apa yg terjadi , semua surut seperti kemarau.

langkahku terhenti pada jalan terjal.
jalan penuh kesakitan dan air mata.
akankah aku mampu melewatinya skrg?

terkadang ada rasa lelah menatap langit.
menunggu jawaban yg tak kunjung datang.
mengapa Engkau ciptakan lelah untuk hamba?
di saat masih banyak penantian, masih banyak harapan.
Kasih-Mu yg kunantikan,membimbing aku melewati semua ini.
Kesejukan-Mu yg kutunggu,sedamai rintik hujan yg turun malam ini.

awan
saya adalah gila

Dialog antara Hendrawan dgn dirinya sndiri :


1.kenapa anda sbut anda gila?
"simpel lah , dlm hdup saya,saya melakukan hal yg beda dr org lain."

2.buat siapa?
"ya buat saya lah ,masa buat situ?"

3.udah gila ya nanya sndri jwb sendiri?
"justru org yg ga pernah ngbrol am dirinya sendiri itu yg gila , ga pnah mau liat apa yg d dlm dirinya, ujung2nya bisanya cm kritik dan ga pnah puas."

4.siapa contohnya?
"hehe,byk . anggota dpr, temen saya yg ip'y 4 , dn rakyat Indonesia."

5.wah semena-mena ,bktinya apa?
" dpr ga pnah puas , pny mobil bgus, gdung mewah ,minta dbkinin lg yg ada kolam renangnya. Pake duit anggaran,duitny dari kita.
Teman saya yg ipnya 4 ,klo saya presentasi di depan,mulutnya ga sabar pgn ngritik aja , dpt nilai ujian 70,bkn'y brsyukur mlah protes dn nyesel knp cm dpt sgtu.
Rakyat Indonesia , mentingin urusan perut masing2 .
Yg jd pejabat rakus, yg jd rakyat kecil bisanya nyalahin pemerintah bukannya usaha buat mandiri."

6.wadaw ,berarti smua org di Indonesia gila?trmasuk Anda?
"haha nggak, bngsa kita kn sukanya pura2 dan brlindung dbalik alasan serta jaim, jd mereka klo dblng gila mlah marah, maunya dsbt waras. Lah klo saya mah gila bkn gra2 sifat yg saya sbutin td ,tp gila krn saya gmau sama am pmkiran org laen. Biarin org mkir saya gila, tar juga tau siapa yg "gila" dan siapa yg gila beneran.

7.knpa bsa gtu?
"kayanya anda hrus dsuapin trus ya?
Skrg coba bygkn , org melakukan rutinitas yg itu2 aja tiap hri,smpe dia tua. Kritik org mulu tnp liat k dlm . Ga puas mulu ama apa yg di dpt . Protes trus dn nyalahin org.
Apakah itu bisa disebut waras? Please deeeh . . .
Dari sni anda bisa tau apakah saya gila atau tidak."

8.tapi anda jg memprotes mreka, dn ngejudge kita gila, bretika ga itu?
" emang gw pikirin! Klo tdk dgn cara gni,mreka ga akn mau mikir. Kasian otaknya nganggur.
Anda protes? Wah anda juga gila. "

awan
by changing your thinking

By Changing Your Thinking, you change your beliefs.
When you change your beliefs, you change your expectations.
When you change your expectations, you change your attitude.
When you change your attitude, you change your behaviour.
When you change your behaviour, you change your performance.
When you change your performance, YOU CHANGE YOUR LIFE !!

awan
winner vs loser

The Winner is always part of the answer,
The Loser is always part of the problem.
The Winner says, " Let me do it for you,"
The Loser says, " That's not my job."

The Winner sees an answer for every problem,
The Loser sees a problem in every answer.
The Winner goes through a problem,
The Loser goes around a problem and never gets to it.

The Winner says, "It may be difficult,but it's possible,"
The Loser says,"It may be possible,but it's too difficult."

The Winner makes commitment,
The Loser makes promises.
The Winner focuses the gain,
The Loser focuses the pain.

The Winner is like a thermostat,
The Loser is like a thermometer.
The Winner makes it happen,
The Loser let it happen.


Quiters never win, Winners never quit

awan
positive attitude

The longer I live,the more I realize the impact of attitude on life.
Attitude to me is more important than facts . . . .
We cannot change our past . . . .
We cannot change the fact that people will act in a certain way .
We cannot change the inevitable.
The only thing we can do is play on the string we have,
And that is our attitude .
I am convinced that life is 10% what happens to me
And 90% how I react to it.
And so it is to you. . . . . .

We are in charge of our ATTITUDES.

awan
Sang Maha Rahim

Saat ini,mungkin namaMu sedang disebut ,ohTuhan.
Kota ini sedikit sepi malam ini .
Sebagian dari hamba-hambaMu sedang terlelap, sebagian ada yg terjaga.
Mereka yg terlelap menunggu bangun bsk pagi ,atau mungkin dini hari untuk bersujud memohon ridhoMu.
Mereka yg terjaga,mencoba mengais rejeki di malam yg menusuk seperti ini.
Seakan siangMu tidak cukup bagi mereka untuk mencari rejeki yg Engkau tebar di penjuru bumi.
Mereka oh Tuhan, adalah sosok-sosok bertekad baja,berjuang demi kelangsungan hidupnya.
Penjaga warung kecil di pinggir jalan,menunggu pembeli yg skedar mampir membeli rokok.
Dengan sarung dan mata yg berat dia masih melayani pembeli.
Mereka oh Tuhan, para pelacur yg duduk sambil sesekali menggoda.
Dengan asap rokok mengepul dari mulutnya,dan dia masih menunggu.
Mereka oh Tuhan, kawanan pencuri yg mengendap di balik bayangan malam, terjaga menunggu pemilik rumah tertidur.
Mereka oh Tuhan, para gelandangan dan pengemis yg tidur di teras toko , di lantai beralaskan kardus dan berselimut pahit kehidupan.
Mereka oh Tuhan, adalah makhlukMu yg dipandang hina oleh sesamanya.
Mereka yg dilupakan dan direndahkan oleh manusia.
Di dalam hati kecil mereka,sesungguhnya ada namaMu disebut.
Mereka percaya padaMu,menikmati rejekiMu terlepas dr halal dan haram.
Dan di kamar ini oh Tuhan,di ruangan kecil ini,terbaring seorang hamba yg juga memikirkanMu , dan kadang merasa hina karena dosa yg hamba lakukan.
Tapi Engkau tidak pernah merasa rugi.
Rejeki tetap Engkau tebar bagi mereka yg suci dari dosa dan bagi mereka yg berselimut dosa.
Semua itu tidak mengurangi hakekatMu sebagai Sang Maha Rahim.

Menjelang lelap, terucap doa untuk pagi hari yg lebih baik,pagi hari yg penuh berkah,dan pagi hari yg penuh ampunan bagi hamba dan bagi mereka yg dihinakan oleh sesama.
Semoga . . . . .

awan
sepenggal derita

Ku terka apa yg terjadi mlm ini,
saat semua trbaring lemah,diam tak berdaya.
angin mlm meniupkan deritanya.
derita mereka yg dibohongi oleh kehdupan.
Apa yg trjadi malam ini?
Langit yg seolah begitu kejam , menghempaskan butiran airnya,keras jatuh ke bumi
melubangi hati yg semakin rapuh dimakan getirnya kehidupan.
Dan di sudut sana, mreka yg tidur beralaskan pasir , bertahan melawan derasnya ombak kehidupan,merangkak,lalu mati.
Ku intip wajah mereka,guratan usia yg smakin menua ,rambut kumal bercampur tanah,mulut yg tak berhenti bdoa.
Berdoa ,brharap, dan mungkin mengutuk.
Tak ada yg lebih memilukan dari ini.
Mulutku hanya diam membisu , menatap kosong dan . . .menangis. . .

awan
malam

untuk kesekian kalinya dlm hidup saya ,menjumpai malam sepaket ama hening sepinya.
malam di tempat ini,di langit di atas kepala saya yg msh tegak memandangnya .
Begitu hening,sepi,dan saya akrab dengan itu smua.Kesunyian memberikan pelukan hangatnya .
Sejuta harapan tercurah ,seiring mata menatap hampa ke langit gelap.Seakan menunggu jawaban doa dari Sang Pemilik Malam.
Di saat smua mata lelap terpejam ,malam menyelipkan beribu mimpi di tidur mereka.
Malam di atas kepala kalian,jauh berbeda dgn malam di atas kepala rakyat Palestina dan Mesir .Malam menuai ketakutan jiwa mereka,dgn suara senapan dan bom.
Malam di atas kepala kalian,berbeda dgn malam di atas kepala para pelacur.Dibuai dgn kenikmatan sesaat duniawi,menuai pnderitaan kelak saat berhadapan dengan-Nya.
Malam di atas kepala kalian,berbeda dgn malam di atas kepala Presiden. Memikul tugas berat mengurus negara,smentara rakyatnya berteriak menahan perihnya kenyataan.
Malam tetaplah malam ,tetap menjadi misteri bagi setiap manusia.
Di saat keheningan menjadi teman akrab,maka malam pun akan menjadi tempat merenung . . . .

awan
ZERO MIND PROCCESS (Penjernihan Emosi) part I

Selasa,26 Oktober 2010

22:57 WIB



Penjernihan Hati memerlukan komponen utama berupa hati.Hati yang bebas.Hati yang bersih dari berbagai macam dugaan prasangka buruk.Maka saya sebut bagian ini sebagai Kebebasan Hati.

Ada sebuah ilustrasi kecil.Sebuah film peraih piala Oscar yang berjudul Life is Beautiful.Mengisahkan tentang seorang ayah yang mempunyai istri dan anak yang berusia 7 tahun.Sang anak dipisahkan dari ibunya oleh tentara Nazi dan ditawan bersama ayahnya di kamp Nazi.Mereka sudah tidak punya lagi kebebasan,hidup di kawasan yang dilingkari kawat berduri dan dijaga ketat oleh pasukan Nazi bersenjata lengkap.Tapi Sang ayah “mengkondisikan “ anaknya dengan mengatakan bahwa mereka sedang bermain perang-perangan,sehingga anaknya termotivasi untuk menang.

Suatu malam yang dingin ,dimana kekurangan bahan makanan dan pakaian tidak memadai,anaknya mulai merasakan rasa bosan yang amat sangat.Sang anak ingin menghentikan permainan perang-perangannya.Ayah merasakan perasaan sang anak dan kemudian berkata,”Baiklah kita menyerah kalah dalam permainan ini,” sambil membereskan baju kumal dan perlengkapannya,serta sepatu bututnya.Ayah berjalan kearah pintu sambil berkata,”Kita kalah...dan hadiah tank itu akan di ambil oleh orang lain.” Si anak menatap ayahnya,tiba-tiba ia berkata,”Tidak ayah ! Saya ingin memenangkan permainan ini dan mendapat hadiah tank”.

Suatu hari,mendadak pasukan Nazi melakukan pembunuhan massal di kamp tersebut karena tentara Sekutu akan menguasai Jerman.Ayah berusaha menyelamatkan anak dan istrinya.Anak dan ayah berusaha melarikan diri ke kamar dan mencari tempat persembunyian.Sang ayah berkata kepada anaknya,”Nak hari ini adalah puncak permainan,kita harus menang.Kamu harus bersembunyi dalam peti kayu ini dan jangan terlihat oleh siapapun,karena semua orang akan mencarimu.Kamu harus mendapatkan hadiah tank itu.”Lalu sang ayah meninggalkan anaknya dan bergegas mencari istrinya.Tapi malang sang ayah tertangkaptentara Nazi.Saat digelandang oleh tentara,ayah berpapasan dengan peti kayu tempat anaknya bersembunyi.Moncong senapan mengarah di belakang kepala sang ayah,sang anak mengintip dari peti kayu.Seketika sang ayah sadar bahwa anaknya melihatnya,ia langsung berjalan dengan sikap tegap layaknya tentara berparade sambil memberi hormat.Sang anak merasa senang.Dua menit kemudian terdengar suara tembakan di balik tembok.Sang Ayah meninggal.Si Anak belum menyadari hal itu,sesuai pesan ayahny,tetap bersembunyi.Tiga jam kemudian ,sebuah tank datang menyelamtkan sang anak,dan sang anak memenangkan permainannya.

Sebuah kisah yang mampu menggambarkan bagaimana seorang Ayah mampu menentukan pilihan sikap dan reaksi atas kejadian yang menimpa dia dan anaknya.Kemampuan mengendalikan hati dan pikiran.Walau secara fisik terbelenggu,namun pikiran dan hati mereka merdeka.Inilah kemerdekaan sesungguhnya,yaitu merdeka yang berpusat pada prinsip.Dalam diri kita masing-masing sebenarnya telah dikaruniai Tuhan sebuah jiwa,dimana dengan jiwa itu kita bebas memilih sikap.Bereaksi positif atau negative,bereaksi berhenti atau melanjutkan,bereaksi marah-marah atau sabar,bereaksi baik atau buruk.Kita adalah PENANGGUNG JAWAB PENUH dari reaksi diri kita sendiri,sikap dan juga keputusan yang telah kita ambil.Kita sesungguhnya punya kebebasan untuk memilih reaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi pada diri kita.Kitalah penanggung jawab utama atas sikap yang kita ambil,BUKAN LINGKUNGAN KITA.Diri sendirilah sesungguhnya penentu pilihan tersebut.Maka berhati-hatilah dalam bicara,bersikap dan bertindak.Dengarkan suara hati ,karena hati adalah sebuah kemurnian.Pikiran yang cerdas mampu dikalahkan oleh hati yang bersih.Dan hati lah penentu keberhasilan hidup.Semua tindakan dan perkataan,baik atau buruk,pasti akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.Jadi kalian memilih yang mana?

awan
menyikapi hidup

Hidup hanya sekali,maka hiduplah yang berarti.Hiduplah yang penuh dengan makna-makna.Hiduplah dengan pikiran-pikiran yang akan selalu diingat oleh manusia.Hiduplah dengan antusias,dengan menjalani kehidupan ini sepenuhnya,bukan setengah-setengah.Tuhan sudah menciptakan manusia dalam bentuk yang terbaik,dengan harapan manusia mengisinya dengan isi-isi pilihan dari pilihan,yang terbaik dari yang terbaik.Hidup hanya sekali dan tidak akan pernah terulang lagi.Karena itu,kita hanya punya satu kali kesempatan untuk melewati hari-hari kehidupan ini.
Semuanya terjadi dalam hitungan satu,bukan dua atau tiga apalagi lebih.Hanya sekali.Kita melewati hari ini hanya sekali,yaitu hari ini.Hari ini tidak akan terulang kembali esok hari.Kita berusia 19 tahun hanya sekali,begitu juga dengan umur-umur yang lain.Karena semua serba sekali,maka layak bagi siapapun untuk memberikan nilai terbaik,isi terbaik dan tindakan terbaik dari setiap satu kali tersebut.Tentunya,agar suatu saat kita bukan duduk menyesali hari-hari yang yang telah kita lewati,tetapi kita tersenyum dan menatap hari ini dengan penuh rasa syukur.Dan lebih dari semua itu,agar kelak Tuhan tidak mengatakan,”Aku menyesal telah menciptakan kamu ke dunia.” Justru sebaliknya,Tuhan akan menyambut kita dengan senyum sambil berkata,”Inilah makhluk ciptaan-Ku yang telah memberikan nilai terbaik bagi kehidupannya,bagi orang-orang yang di cintainya,bagi masyarakat ,bagi bangsanya,dan bagi rasa syukur kepada Tuhannya.”
Bagi teman teman yang sampai detik ini masih merasa terbelenggu dalam masalah-masalah yang sulit,mari bersama-sama kita rubah cara pola pikir kita dalam menyikapi masalah-masalah kehidupan.Tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya.Semuanya ada jalan keluarnya,tinggal bagaimana kita menemukannya dengan kegigihan dan semangat yang pantang menyerah.Hidup kita hanya sekali,maka lakukan sesuatu dengan totalitas dan sebaik mungkin agar hasil yang kita dapatkan juga memuaskan.
SUKSES UNTUK KITA SEMUA !!!

awan
change your mind set!

Lelah...Mungkin itu kata yang menggambarkan tentang hidup.Perjalanan panjang dan melelahkan kadang membuat kita berpikir kapan berakhirnya semua masalah ini.Seorang bijak pernah mengatakan bahwa semua makhluk yang hidup pasti memiliki masalah,dan orang yang tidak memiliki masalah adalah orang yang sudah ada di kuburan.Memang sangat sulit untuk melaksanakan dan sangat mudah bila hanya sekedar mengucapkannya.
Di satu sisi terkadang kita merasa hidup ini sangat tidak adil.Banyak sekali ketidak mampuan yang kita miliki bila dibandingkan dengan orang lain.Contohnya orang lain memiliki mobil bagus,atau anak seumuran kita mempunyai harta dan uang yang banyak dari papah mamahnya.Itu adalah sebagian ketidakmampuan kita bukan?Atau hanya ego kita semata saja?
Dalam menyikapi ini,kita harus merubah cara pandang kita terhadap kehidupan.Kita malihat orang lain dari sudut pandang sebelah saja.Harusnya orang lain yang dalam kondisi tersebut bisa menjadi guru buat kita .Guru dari enaknya kehidupan.Guru dari lepasnya kesengsaraan.Kita belajar dari dia dan dia kita jadikan tolak ukur kita.Kita harus bisa seperti dia dan bahkan lebih dari dia !
Setiap kejadian yang kita alami setiap hari adalah pelajaran bagi kita.Ingat waktu kita masih SD,Kita menghadapi soal IPA terasa sangat sulit.Tapi selepas kita SD,soal tersebut terasa sangat mudah buat kita.Artinya apa?Dalam menyikapi masalah itu,pikiran kita harus lebih tinggi dari masalah tersebut.Ada sebuah ilustrasi,terdapat sebuah gunung yang sangat besar,dan seorang ilmuwan ingin sampai di tempat belakang gunung tersebut.Tapi ilmuwan tersebut bingung bagaimana caranya Karena gunung tersebut terlihat sangat tinggi dan besarAda tiga pilihan,yang pertama berjalan melewti gunung tersebut,yang kedua adalah mendaki gunung tersebut.Atau yang ketiga terbang melewati puncak gunung tersebut.Dan sang ilmuwan pun akhirnya memilih terbang hingga ketinggian yang sama dengan puncak gunung tersebut dan kemudian maju lurus untuk melewatinya.
Dari ilustrasi tersebut kita bisa mengetahui bahwa untuk menyelesaikan suatu masalah,pola pikir kita harus lebih tinggi dari masalah yang kita hadapi.
Kembali lagi ke topik ketidakmampuan tadi.Ketidak mampuan dan mampu adalah sebuah lawan kata.Dan tanpa disadari,lawan kata tersebut masuk ke alam bawah sadar kita dan akhirnya membuat kita menentukan pilihan.Ketidakmampuan atau mampu?Apakah kita akan tetap memilih ketidakmampuan?Atau kita akan berpikir positif dan mulai mengatakan bahwa kita mampu?
Itu semua kembali ke diri kita masing-masing.Hidup ini adalah pilihan.Jalan dan langkah yang kita pilih akan membawa kita ke dalam petualangan hidup yang beraneka ragam
Maka janganlah salah menentukan pilihan,tetaplah berpikir positif terhadap sebuah masalah karena itu menandakan kalu kita ini hidup dan tidak mati.Syukuri apa yang telah kita terima,hindari mengeluh karena keadaan tidak akan berubah apabila kita mengeluh.Justru itu akan membuat otak kita fokus terhadap keluhan keluhan itu dan akhirnya kita stress.Ciptakan suasana tenang di pikiran kita dan mulailah beranjak untuk perubahan !!!

awan
free counters