Antara impor dan IPB

Malam ini saya melihat tayangan video di Youtube yang berjudul "Mahasiswa IPB bicara impor" . Tayangan dialog yang diselenggarakan oleh TVRI mengupas polemik mengapa kita terus-menerus menjadi importir. IPB memegang peranan penting di pertanian Indonesia.Terbukti di saat ada kasus impor seperti ini,institusi kita menjadi sorotan.

Seperti yang sudah kita ketahui,negara kita dewasa ini telah mengimpor berbagai bahan kebutuhan pokok seperti beras,kentang,cabai,kangkung,ikan lele,garam,dll.( malu nyebutinnya). Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pertama,pihak yang harus disalahkan secara langsung ataupun tidak langsung adalah pemerintah. Kementrian Pertanian,Kementrian Perdagangan adalah dua stakeholder penting dalam masalah ini. Beberapa pengamatan yang saya lakukan,pihak Kementrian Pertanian dan Kementrian Perdagangan terlalu fokus pada persaingan dengan negara lain . Alih-alih bersaing,mereka lupa kalau "kaki" kita belum tegak,dalam arti kebutuhan pasar domestik kita ancur-ancuran.Melihat hal ini ,saya jadi berpikir bagaimana kita akan mampu bersaing dengan negara lain kalau kita terus-terusan impor?

Oke,pemerintah memang punya agenda bagus dalam rangka pemenuhan kebutuhan daging,salah satunya yaitu program PSDS yang tadinya direncanakan tercapai tahun 2010,diundur menjadi tahun 2014 (semoga nggak mundur lagi) . Seandainya tahun 2014 targetnya tercapai,apakah ada jaminan kalau kita bener-bener nggak akan impor daging lagi?? Dan seandainya tidak tercapai ,kemungkinan yang akan dilakukan pemerintah adalah sebagai berikut :

1.Karena malu sama rakyat,menteri-menterinya mengundurkan diri ( pas banget bertepatan dengan pergantian kabinet)

2.Karena tidak tercapai,dan kepalang malu sama rakyat,secara diam-diam mungkin mereka akan mengimpor daging dan memanipulasi laporan dan angka ke masyarakat sehingga seolah-olah program ini berhasil.

3.Masukin kepala ke kolong meja,atau kabur ke luar negeri atau malsuin KTP biar nggak dihakimin rakyat.

Pak Menteri,atau siapa sajalah yang merasa pejabat atas,tolonglah...kalau membuat perencanaan harus yang matang,dipikirkan keberlanjutannya setelah targetnya tercapai,jangan hanya kepingin dilihat hebat aja oleh orang lain. Angka-angka bisa menipu kami,tapi kami adalah saksi mata terhadap apa yang sebenarnya terjadi.

Kedua,pihak yang semestinya sadar diri adalah Mahasiswa IPB tanpa terkecuali ! Mahasiswa oh mahasiswa,makhluk yang satu ini bukan lagi anak kecil,bukan lagi anak mami yang terus-terusan disuapin sama orang tuanya.Makhluk ini sudah mulai bisa berpikir matang,membuka mata tentang kehidupan . Betapa malu saya mendengar kalau lulusan IPB banyak yang kerja di Bank,sehingga timbul opini kalau lulusan IPB males memikirkan pertanian di negerinya sendiri. Memang itu opini orang dan penilaian orang,dari temen-temen pasti ada yang mikir "Ngapain gue dengerin orang,yang ngejalanin hidup kan gue,jadi suka-suka gue doong,masalah buat loooeh?" . Teman,memang hidup ini milik kalian ,tapi apa kalian mampu hidup sendirian? Penilaian orang lain adalah cermin buat kita,dan kritikan serta komentar mereka harus kita sikapi dengan bijaksana agar kita jadi orang yang lebih baik.Bekerja dan mengabdikan diri di dunia bisnis pertanian bisa bikin kita kaya kok,kalau memang kekayaan yang jadi tujuannya .Bekerja dan mengabdikan diri di dunia bisnis pertanian bisa bikin negara kita kuat,ketahanan pangan kita terjaga,surplus pangan bisa terjadi dan predikat importir hilang dari negara kita. Itu semua bisa terjadi kalauuu....ada kalaunya nih,kalau mahasiswa yang dianggap sebagai generasi penerus bangsa punya kesadaran dan minat untuk "jatuh cinta" pada bisnis dunia pertanian. Negara kita diberi anugerah oleh Allah tanah yang subur dan potensi sumberdaya hayati yang melimpah ruah,manfaatkan....ambillah Rahmat Allah itu dengan cara mengembangkan potensi kita di dunia pertanian,perikanan dan peternakan. Polemik impor ini adalah cobaan dari Allah,dengan hikmah agar kita sadar dan membuka mata lebar-lebar mengenai keadaan yang terjadi di negara kita. Dan kita, generasi penerus bangsa,tidak akan tinggal diam dalam keterpurukan ini!!!!

Ijinkan saya mengutip perkataan dari salah satu Mahasiswa IPB yang menjadi pembicara di video tersebut, " Tolonglah...alumni IPB minimal 10 persen sajalah ada yang mau terjun di dunia budidaya...."

Bila tulisan saya ini bermanfaat dan berkenan untuk menyebarkan,tolong sebarkan ke Mahasiswa yang lain,dan apabila tidak berkenan,pokoknya sebarin aja lah hehehehe :)
free counters