untuk kesekian kalinya dlm hidup saya ,menjumpai malam sepaket ama hening sepinya.
malam di tempat ini,di langit di atas kepala saya yg msh tegak memandangnya .
Begitu hening,sepi,dan saya akrab dengan itu smua.Kesunyian memberikan pelukan hangatnya .
Sejuta harapan tercurah ,seiring mata menatap hampa ke langit gelap.Seakan menunggu jawaban doa dari Sang Pemilik Malam.
Di saat smua mata lelap terpejam ,malam menyelipkan beribu mimpi di tidur mereka.
Malam di atas kepala kalian,jauh berbeda dgn malam di atas kepala rakyat Palestina dan Mesir .Malam menuai ketakutan jiwa mereka,dgn suara senapan dan bom.
Malam di atas kepala kalian,berbeda dgn malam di atas kepala para pelacur.Dibuai dgn kenikmatan sesaat duniawi,menuai pnderitaan kelak saat berhadapan dengan-Nya.
Malam di atas kepala kalian,berbeda dgn malam di atas kepala Presiden. Memikul tugas berat mengurus negara,smentara rakyatnya berteriak menahan perihnya kenyataan.
Malam tetaplah malam ,tetap menjadi misteri bagi setiap manusia.
Di saat keheningan menjadi teman akrab,maka malam pun akan menjadi tempat merenung . . . .
malam