Saat ini,mungkin namaMu sedang disebut ,ohTuhan.
Kota ini sedikit sepi malam ini .
Sebagian dari hamba-hambaMu sedang terlelap, sebagian ada yg terjaga.
Mereka yg terlelap menunggu bangun bsk pagi ,atau mungkin dini hari untuk bersujud memohon ridhoMu.
Mereka yg terjaga,mencoba mengais rejeki di malam yg menusuk seperti ini.
Seakan siangMu tidak cukup bagi mereka untuk mencari rejeki yg Engkau tebar di penjuru bumi.
Mereka oh Tuhan, adalah sosok-sosok bertekad baja,berjuang demi kelangsungan hidupnya.
Penjaga warung kecil di pinggir jalan,menunggu pembeli yg skedar mampir membeli rokok.
Dengan sarung dan mata yg berat dia masih melayani pembeli.
Mereka oh Tuhan, para pelacur yg duduk sambil sesekali menggoda.
Dengan asap rokok mengepul dari mulutnya,dan dia masih menunggu.
Mereka oh Tuhan, kawanan pencuri yg mengendap di balik bayangan malam, terjaga menunggu pemilik rumah tertidur.
Mereka oh Tuhan, para gelandangan dan pengemis yg tidur di teras toko , di lantai beralaskan kardus dan berselimut pahit kehidupan.
Mereka oh Tuhan, adalah makhlukMu yg dipandang hina oleh sesamanya.
Mereka yg dilupakan dan direndahkan oleh manusia.
Di dalam hati kecil mereka,sesungguhnya ada namaMu disebut.
Mereka percaya padaMu,menikmati rejekiMu terlepas dr halal dan haram.
Dan di kamar ini oh Tuhan,di ruangan kecil ini,terbaring seorang hamba yg juga memikirkanMu , dan kadang merasa hina karena dosa yg hamba lakukan.
Tapi Engkau tidak pernah merasa rugi.
Rejeki tetap Engkau tebar bagi mereka yg suci dari dosa dan bagi mereka yg berselimut dosa.
Semua itu tidak mengurangi hakekatMu sebagai Sang Maha Rahim.
Menjelang lelap, terucap doa untuk pagi hari yg lebih baik,pagi hari yg penuh berkah,dan pagi hari yg penuh ampunan bagi hamba dan bagi mereka yg dihinakan oleh sesama.
Semoga . . . . .
Sang Maha Rahim
Sang Maha Rahim
awan
Selasa, 27 Maret 2012
Edit