Selasa,26 Oktober 2010
22:57 WIB
Penjernihan Hati memerlukan komponen utama berupa hati.Hati yang bebas.Hati yang bersih dari berbagai macam dugaan prasangka buruk.Maka saya sebut bagian ini sebagai Kebebasan Hati.
Ada sebuah ilustrasi kecil.Sebuah film peraih piala Oscar yang berjudul Life is Beautiful.Mengisahkan tentang seorang ayah yang mempunyai istri dan anak yang berusia 7 tahun.Sang anak dipisahkan dari ibunya oleh tentara Nazi dan ditawan bersama ayahnya di kamp Nazi.Mereka sudah tidak punya lagi kebebasan,hidup di kawasan yang dilingkari kawat berduri dan dijaga ketat oleh pasukan Nazi bersenjata lengkap.Tapi Sang ayah “mengkondisikan “ anaknya dengan mengatakan bahwa mereka sedang bermain perang-perangan,sehingga anaknya termotivasi untuk menang.
Suatu malam yang dingin ,dimana kekurangan bahan makanan dan pakaian tidak memadai,anaknya mulai merasakan rasa bosan yang amat sangat.Sang anak ingin menghentikan permainan perang-perangannya.Ayah merasakan perasaan sang anak dan kemudian berkata,”Baiklah kita menyerah kalah dalam permainan ini,” sambil membereskan baju kumal dan perlengkapannya,serta sepatu bututnya.Ayah berjalan kearah pintu sambil berkata,”Kita kalah...dan hadiah tank itu akan di ambil oleh orang lain.” Si anak menatap ayahnya,tiba-tiba ia berkata,”Tidak ayah ! Saya ingin memenangkan permainan ini dan mendapat hadiah tank”.
Suatu hari,mendadak pasukan Nazi melakukan pembunuhan massal di kamp tersebut karena tentara Sekutu akan menguasai Jerman.Ayah berusaha menyelamatkan anak dan istrinya.Anak dan ayah berusaha melarikan diri ke kamar dan mencari tempat persembunyian.Sang ayah berkata kepada anaknya,”Nak hari ini adalah puncak permainan,kita harus menang.Kamu harus bersembunyi dalam peti kayu ini dan jangan terlihat oleh siapapun,karena semua orang akan mencarimu.Kamu harus mendapatkan hadiah tank itu.”Lalu sang ayah meninggalkan anaknya dan bergegas mencari istrinya.Tapi malang sang ayah tertangkaptentara Nazi.Saat digelandang oleh tentara,ayah berpapasan dengan peti kayu tempat anaknya bersembunyi.Moncong senapan mengarah di belakang kepala sang ayah,sang anak mengintip dari peti kayu.Seketika sang ayah sadar bahwa anaknya melihatnya,ia langsung berjalan dengan sikap tegap layaknya tentara berparade sambil memberi hormat.Sang anak merasa senang.Dua menit kemudian terdengar suara tembakan di balik tembok.Sang Ayah meninggal.Si Anak belum menyadari hal itu,sesuai pesan ayahny,tetap bersembunyi.Tiga jam kemudian ,sebuah tank datang menyelamtkan sang anak,dan sang anak memenangkan permainannya.
Sebuah kisah yang mampu menggambarkan bagaimana seorang Ayah mampu menentukan pilihan sikap dan reaksi atas kejadian yang menimpa dia dan anaknya.Kemampuan mengendalikan hati dan pikiran.Walau secara fisik terbelenggu,namun pikiran dan hati mereka merdeka.Inilah kemerdekaan sesungguhnya,yaitu merdeka yang berpusat pada prinsip.Dalam diri kita masing-masing sebenarnya telah dikaruniai Tuhan sebuah jiwa,dimana dengan jiwa itu kita bebas memilih sikap.Bereaksi positif atau negative,bereaksi berhenti atau melanjutkan,bereaksi marah-marah atau sabar,bereaksi baik atau buruk.Kita adalah PENANGGUNG JAWAB PENUH dari reaksi diri kita sendiri,sikap dan juga keputusan yang telah kita ambil.Kita sesungguhnya punya kebebasan untuk memilih reaksi terhadap segala sesuatu yang terjadi pada diri kita.Kitalah penanggung jawab utama atas sikap yang kita ambil,BUKAN LINGKUNGAN KITA.Diri sendirilah sesungguhnya penentu pilihan tersebut.Maka berhati-hatilah dalam bicara,bersikap dan bertindak.Dengarkan suara hati ,karena hati adalah sebuah kemurnian.Pikiran yang cerdas mampu dikalahkan oleh hati yang bersih.Dan hati lah penentu keberhasilan hidup.Semua tindakan dan perkataan,baik atau buruk,pasti akan dipertanggung jawabkan di hadapan-Nya.Jadi kalian memilih yang mana?