Jiwa...telah kehilangan nuraninya.
Lupa jati dirinya, hilang bersama kuatnya arus dunia.
Entahlah, haruskah melawan atau pura-pura menutup mata.
Dahulu..ia berjuang melawan semua deru.
Bertahan, walaupun tak tahu kemana langkah akan menuju.
Kemana hari-hari itu berlalu?
Perlahan...semua pahit tertelan.
Hingga samar dalam senyap bisikan
Entah bisikan nurani ataukah rayuan setan.
Berkali-kali...tali itu seperti terikat mati
Kuat..seakan melumpuhkan semua kendali.
Hilang akal sehat dan cahaya suci.
Kini...perlahan sukmanya kembali.
Dalam damai air mata introspeksi.
Mengenali diri..menuju Ilaahi.
Memotong urat nadi keangkuhan..
Menunduk, menuju Dzat Pemilik Segala Kekuatan.
Agar Dia merestui setiap langkah..
Dan mengampuni segala salah...

